Cara Mencari Kebahagiaan Hakiki - LELAKI ZENITH
News Update
Loading...

Saturday, February 15, 2020

Cara Mencari Kebahagiaan Hakiki

Apa sih Bahagia itu ?
Lewat ini Saya akan menuliskan ulang apa itu bahagia menurut Erbe Sentanu. Saya membaca buku ini pertama kali sekitar tahun 2010. Dan setiap kali saya ada masalah. Pikiran saya kacau. Saya akan membaca ulang buku ini. Terimakasih mas Erbe. Semoga ALLAH memberikan berkah setiap apa yang ditulisnya.

Berikut Cara Mencari Kebahagiaan Hakiki Menurut Erber Sentanu Dalam Quantum Ikhlas

Sejak kecil saya merasa bahwa di balik semua hiruk-pikuk kegiatan manusia di dunia ini sebenarnya ada satu hal yang dicari oleh manusia. Jika kita dapatkan maka kita seperti mendapatkan seluruh isi dunia, tetapi bila tidak memilikinya, meskipun kita mungkin memiliki ―segalanya‖ kita seperti tidak memiliki apa-apa.

Ya, kebahagiaan adalah yang sebenarnya kita cari. Kebahagiaan hakiki, sejati yang tak tergoyahkan. Bukan sekadar kesenangan atau kenyamanan-kenyamanan hidup semata.
Kebahagiaan adalah subjek primordial. Itulah sebagian yang akan diulas dalam buku Quantum Ikhlas, bagaimana mencari kebahagiaan secara praktis, seperti yang tertuang dalam kebijaksanaan nenek moyang, tuntunan agama, maupun penjelasan ilmiah.

Kebahagiaan itu merupakan sifat dasar-alamiah atau fitrah manusia dan karena itu sewajarnya bisa—dengan mudah—kita raih.

Bahasan buku ini diarahkan untuk bisa memahami mengapa sikap ikhlas sangat diperlukan dalam hidup ini, dan yang terpenting bagaimana mengenali rasanya dan cara-cara (how-to) mencapainya. Sebagian orang menafsirkan ikhlas secara salah.

Komponen ikhlas yang terdiri dari sikap syukur, sabar, fokus, tenang dan bahagia, justru dianggap sikap yang lemah. Sikap itu dikhawatirkan akan membuat mereka kurang dihargai orang, tidak tercukupi secara materi, atau tidak tercapainya tujuan hidup karena tidak adanya ambisi. Padahal yang terjadi justru sebaliknya.

Dalam kondisi ikhlas—yang sekarang telah dibuktikan secara ilmiah—manusia justru akan menjadi sangat kuat, cerdas dan bijaksana. Kita bisa berpikir lebih jernih, mampu menjalani hidup dengan lebih efektif dan produktif untuk mencapai tujuan. Bahkan hubungan kita dengan siapa pun akan terjalin semakin menyenangkan.

Source : Quantum Ikhlas by Erbe Sentanu

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done