LELAKI ZENITH
News Update
Loading...

Notepad

[Notepad][recentbylabel]

Youtube

[Youtube][recentbylabel]

Monday, June 29, 2020

Makna Tersirat Lirik  "How You Like That" - BLACKPINK

Makna Tersirat Lirik "How You Like That" - BLACKPINK


Tidak sampai 2 hari. Lagu ini sudah ditonton olejh lebih dari seratus juta orang.
Saya kemudian penarasan adong ya mencari makna atau pesan yang ingin disampiakan dalam lagu tersebut.
Lalu kemudian setelah saya baca, saya terjemahkan dan tafsirkan sebisa saya. Wow ketemulah pesan merolanya.
Tapi sebelum itu. seperti biasa saya ucapkan selamat datang kembali di channel isak Harry. Bagi yang baru pertama kali menemukan cahnnel ini. Ada tombol subscribe di bawah vdeo ini. Bila masih berwarna merah. Silahkan di tekan. Kita ke masa lampau

lagu ini di buka menggunakan bahasa korea.
Dan saya dapatkan terjemahan bahasa inggrisnya di official video how you like that – blac pink

I crumbled Before Your Eyes
Hit Rock bottom and sunk deeper
To grab onto the last bit of hope
I’ve tried to reach out with both of my hands

Aku hancur di depan matamu
Hit rock bottom ini adalah sebuah idiom . Idiom kalau kita sederhanakan adalah satu prase yang mewakili suatu keadaan.  Kedaan yang bagi mana. Keadaan di titik terendah. Maka Hit Rock bottom and sunk deeper dapat kita artikan
Tenggelam di titik terendah sebuah kesedihan = nyesek banget
Untuk merengkuh sedikit harapan terakhir
Aku coba dengan kedua tanganku
Maksudnya ; Bucin

Jadi di bait pertama ini
Black pink ingin bilang.  Bahwa di mata seorang teman, seorang kekasih ia begitu rendah. Tak dianggap lalu ia coba merengkuh titik terendah itu dengan dua tangan. Demi sebuah harapan terakhir.

Again in this dark place, light up the sky
While looking in to your eyes, I’ll kiss you goodbye
Laugh all you want while you still can
Because it’s about to be your turn

Sekali lagi,  di tempat/ruang gelap ini. Ada langit yang selalu terang
Maksudnya setelah keadaan terpuruk ini. Akan waktu waktu bahagia
Saat menatap matamu, aku akan menciummu
Disini tidak ada dendam, bagaimanaun ia dibully. Bahkan ia akan dicium
Maksudnya. Kejahatan teman atau kekasih yang seperti itu dibalas dengan kebaikan
Laugh all you want while you still can
Because it’s about to be your turn

Tertawalah  selagi kau mampu
Karena sesuadah ini giliranmu
Di bait ini ia mulai berbicara tentang Karma
Apa itu karma
Jika kebaikan yang dilakukan oleh seseorang
Maka nanti pasti akan dibalas dengan kebaikan
Tetapi jika keburukan yang dilakukan oleh seseorang
Seperti membuat ia sampai dititik terendah
Maka suatu hari pasti keburukan yang akan di dapatkan


How you like that
You gone like that that that
How you like that
How you like that

Bagaimana kau seperti itu? padahal karma itu ada
Begitu seterusnya
Bagaimana kau bisa seperti itu? padahal karma itu ada


Now look at you now look at me .. 3x
How you like that
Now look at you now look at me .. 3x
How you like that

Ini masih berbicara tentang karma
Kira kira di lirik ini maksudnya
Kalau mau Lihatlah dirimu yang nanti, lihat aku yang sekarang
Lihat aku yang sekarang kau anggap rendah

Your girl need it all and that’s hundred
10 out of 10 I want what’s mine
Gadis mu atau setiap orang yang kau sakiti itu mengingikan itu terjadi 100 persen
10 out of 10 adalah idiom untuk mengungkapkan kesempurnaan keinginan
Dalam konteks cerita lagu ini.
Si gadis Menginginkan ksempurnaan karma itu akan terjadi
Jika menyakiti dengan cara direndahkan
Maka ia ingin seseorang yang mrendahkannya itu akan mendapat perlakuan yang sama

Karma come and get some
I feel bad but there’s nothing I can do
Karma datang, maka terimalah sebagian
Saya tidak enak tapi tidak semua hal dapat saya lakukan

Maksudnya.
Meski orang yang yang kamu sakiti itu mengingikan karma sepenuhnya terjadi padamu
Tapi jika karma itu datang, ambil sebagian.
Saya tidak enak, saya tidak tega. Tapi ya tidak ada yang dapat saya lakukan


Whats up I’m right back
Cock back the trigger
Plain Jane get hijacket
Don’t like me ? then tell me how you like that
Bagiamana jika aku benar. Bagaimana jika karma ini benar-benar terjadi
Cock back the trigger, ini lagi lagi ia menggunakan idom
Maaf terjemahannya sangat vulgar
Maksudya
Cabut lagi penis mu.
Cabut lagi penis yang setiap hari kamu masukkan. Tetapi malah merendahkan
Kira-kira ini ungkapan kekesalan lah ya teman-teman.
Baik kita lanjut…

Plain Jane get hijacket maksudnya apalah arti Jane yang masih polos ini
Apakah kamu tidak meyukaiku
Don’t like me ? then tell me how you like that
Apakah kamu tidak menyukai ku? Tidak menyukai kata-kata itu
Maka kenapa kamu lakukan itu

In this even darker place shine like the stars
Bahkan di tempat yang sangat gelep ini. Di titik terendahku saat kau perlakukan aku seperti ini.
Whit a smile on my face, I’ll kiss you goodbye
Saya tetap akan memberikan kecupan selamat tinggal dengan senyuman di wajahku
Wiiih berbesar hati ni ceritanya
Laugh all you want while you still can
Tertawalah selagi kau mampu.
Tertailah aku.
Karena apapun yang kau lakukan saat ini padaku
It’s about to be your turn
Ini tentang kamu dimasa mendatang. Alias karma. Alias akan mendapatkan hal setimpal


How you like that
You gone like that that that
How you like that
How you like that

Bagimana kau seperti itu
Bagaimana kau pergi seperti itu

The day I feel without my wings
Those dark days where I was trapped
Inilah aku merasa benar-benar hidup tanpa sayap. Tak berdaya
Inilah aku merasa benar-benar terjebak
You should’ve ended me when you had the chance
Kau harus mengahiri penderitaanku, ketika kau punya kesempatan
Look up in the sky, it’s a bird, it’s a plane
Lihatlah ke langit. Ada burung, ada pesawat
Aku ingin terbang seperti mereka

Di bati ini, si perempuan ingin bilang
Ayolah kalau kau punya kesempatan. Akhiri semua ini
Putuskan bubungan kita
Aku ingin terbang bebas seperti sediakala

Nah begitu ya teman-teman makna lagu how you like that menurut saya
Adapun pesan moral yang ingin disampaikan dalam lagu ini adalah
Perempuan jangan bucin ! Karena kamu bisa dimanfaatin
Dan kamu laki-laki jangan memaikan perempuan
Karena  karma pasti berlaku

Untuk lebih paham silahkan tonton di Channel Isak Harry Project

Monday, May 4, 2020

Mistisme Gurindam 12 Raja Ali Haji

Isak Haryy Project (Thumbnail)
Ini Gurindam 12 Raja Ali Haji. Ditulis tahun 1847. Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad adalah ulama, sejarawan, dan pujangga abad 19 keturunan Bugis dan Melayu. Dia terkenal sebagai pencatat pertama dasar-dasar tata bahasa Melayu lewat buku Pedoman Bahasa; buku yang menjadi standar bahasa Melayu

Gurindam (Mistis) 12 Raja Ali Haji


Raja Ali Haji 1.

INILAH GURINDAM PASAL YANG PERTAMA
Barang siapa yang tiada memegang agama
Segala-gala tiada boleh dibilangkan nama
Barang siapa mengenal yang empat
Maka yaitulah orang yang ma'rifat
Barang siapa mengenal Allah
Suruh dan tegaklah tiada ia menyalah
Barang siapa mengenal diri
Maka telah mengenal Tuhan yang bahri
Barang siapa mengenal dunia
Tahulah ia barang yang teperdaya

2. INILAH GURINDAM PASAL YANG KEDUA
Barang siapa mengenal yang tersebut
Tahulah ia makna takut
Barang siapa meninggalkan sembahyang
Seperti rumah tiada bertiang
Barang siapa meninggalkan puasa
Tidaklah mendapat dua termasa
Barang siapa meninggalkan zakat
Tiadalah hartanya beroleh berkat
Barang siapa meninggalkan haji
Tiadalah ia menyempurnakan janji

3. INI GURINDAM PASAL YANG KETIGA
Apabila terpelihara mata
Sedikitlah cita-cita
Apabila terpelihara kuping
Khabar yang jahat tiadalah damping
Apabila terpelihara lidah
Niscaya dapat daripadanya faedah
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan
Daripadanya segala berat dan ringan
Apabila perut terlalu penuh
Keluarlah fi’il yang tiada senonoh
Anggota tengah hendaklah ingat
Disitulah banyak orang yang hilang semangat
Hendaklah peliharakan kaki
Daripada berjalan yang membawa rugi

4. INI GURINDAM PASAL YANG KEEMPAT
Hati itu kerajaan di dalam tubuh
Jikalau zalim segala anggota pun rubuh
Apabila dengki sudah bertanah
Datanglah daripadanya beberapa anak panah
Mengumpat dan memuji hendaklah pikir
Di situlah banyak orang yang tergelincir
Pekerjaan marah jangan dibela
Nanti hilang akal di kepala Jika sedikit pun berbuat bohong
Boleh diumpamakan mulutnya itu pekung
Tanda orang yang amat celaka
Aib dirinya tiada ia sangka
Bakhil jangan diberi singgah
Itulah perompak yang amat gagah
Barang siapa yang sudah besar
Janganlah kelakuannya membuat kasar
Barang siapa perkataan kotor
Mulutnya itu umpama ketor
Dimana tahu salah diri Jika tidak orang lain yang berperi
Pekerjaan takbur jangan direpih Sebelum mati didapat juga sepih

5. INI GURINDAM PASAL YANG KELIMA
Jika hendak mengenal orang berbangsa
Lihatlah kepada budi dan bahasa
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia
Sangat memeliharakan yang sia-sia
Jika hendak mengenal orang mulia
Lihatlah kepada kelakuan dia
Jika hendak mengenal orang yang berilmu
Bertanya dan belajar tidaklah jemu
Jika hendak mengenal orang yang berakal
Di dalam dunia mengambil bekal
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai
Lihatlah pada ketika bercampur dengan orang ramai

6. INI GURIDAM PASAL YANG KEENAM
Cari olehmu akan sahabat
Yang boleh dijadikan obat
Cahari olehmu akan guru
Yang boleh tahukan tiap seteru
Cari olehmu akan isteri
Yang boleh menyerahkan diri
Cahari olehmu akan kawan
Pilih segala orang yang setiawan
Cahari olehmu akan ‘abdi
Yang ada baik sedikit budi

7. INI GURINDAM PASAL YANG KETUJUH
Apabila banyak berkata-kata
Disitulah jalan masuk dusta
Apabila banyak berlebih-lebihan
Itulah tanda hampirkan duka
Apabila kita kurang siasat
Itulah tanda pekerjaan hendak sesat
Apabila anak tidak dilatih
Jika besar bapanya letih
Apabila banyak mencela (mencacat?) orang
Itulah tanda dirinya kurang
Apabila orang yang banyak tidur
Sia-sia sahajalah umur
Apabila mendengar akan khabar
Menerimanya itu hendaklah sabar
Apabila mendengar akan aduan
Membicarakannya itu hendaklah cembutuan
Apabila perkataan yang lemah lembut
Lekaslah segala orang mengikut
Apabila pekerjaan yang amat benar
Tidak boleh orang berbuat honar

8. INI GURINDAM PASAL YANG KEDELAPAN
Barang siapa khianat akan dirinya
Apalagi kepada lainnya
Kepada dirinya ia aniaya
Orang tu jangan engkau percaya
Lidah suka membenarkan dirinya
Daripada yang lain dapat kesalahannya
Daripada memuji diri hendaklah sabar
Biar daripada orang datangnya khabar
Orang yang suka menampakkan jasa
Setengah daripada syirik mengaku kuasa
Kejahatan diri sembunyikan
Kebaikan diri diamkan
Ke’aiban orang jangan dibuka
Ke’aiban diri hendaklah sangka

9. INI GURINDAM PASAL KESEMBILAN
Tahu pekerjaan tak baik tetapi dikerjakan
Bukannya manusia yaitulah syaitan
Kejahatan seorang perempuan tua
Itulah iblis punya punggawa
Kepada segala hamba-hamba raja
Disitulah syaitan tempatnya manja
Kebanyakan orang yang muda-muda
Disitulah syaitan tempat bergoda
Perkumpulan laki-laki dengan perempuan
Disitulah syaitan punya jamuan
Adapun orang tua(h) yang hemat
Syaitan tak suka membuat sahabat
Jika orang muda kuat berguru
Dengan syaitan jadi berseteru

10 INI GURINDAM PASAL KESEPULUH
Dengan bapa jangan durhaka
Supaya Allah tidak murka
Dengan ibu hendaklah hormat
Supaya badan dapat selamat
Dengan anak janganlah lalai
Supaya boleh baik ke tengah balai
Dengan kawan hendaklah adil
Supaya tangannya jadi kapil

11 INI GURINDAM PASAL KESEBELAS
Hendaklah berjasa
Kepada yang sebangsa
Hendaklah jadi kepala
Buang perangai yang cela
Hendaklah jadi kepala
Buang perangai yang cela
Handaklah memegang amanat
Buanglah khianat
Hendaklah marah
Dahulukan hujjah
Hendaklah dimalui
Jangan memalui
Hendaklah ramai
Murahkan perangai

12 INI GURINDAM PASAL KEDUABELAS
Raja mufakat dengan menteri
Seperti kebun berpagar duri
Betul hari kepada raja
Tanda jadi sebarang kerja
Hukum ‘adil atas rakyat
Tanda raja beroleh ‘inayat
Kasihkan orang yang berilmu
Tanda rahmat atas dirimu
Hormat akan orang yang pandai
Tanda mengenal kasa dan cindai
 Ingatkan dirinya mati
 Itulah asal berbuat bakti
Akhirat itu terlalu nyata
Kepada hari yang tidak buta

Friday, May 1, 2020

[Paling Bagus] - Arti Lirik Tasma'uni Robbah Nisa Sabyan

Terjemahan Tasma'uni Robbah - Nisa Sabyan

Kita lupakan sejenak makna lagu Dalan Liyane - Happy Asmara. Sekarang, kita bahas Nisa Sabyan yang baru merilis lagu cover berjudul Tasma'uni Robbah. Semoga terjemahan lirik ini yang paling mudah di mengerti. Sehingga temen-temen akan mudah memahammi makna lagu tersebut.

Arti Terjamahan Lirik Tasma'uni Robbah Nisa Sabyan

Tasma'uni robbah

Kau pasti mendengarku, Wahai Tuhan

Tadri kholajati wa munajati
Mengetahui seluk beluk perasaanku dan bisik2 permintaanku
Ta'lamu ya alloh
Kau pasti mengetahui wahai allah
La ma fi dunya hum hajati
Ketahuilah aku tidak butuh beraneka ragam kemewahan dunia mereka lagi
Taroktul'abid
Aku tinggalkan penghambaan pada dunia
Ma anta turidu uridz
Sekarang, apa yang kau inginkan wahai tuhan; aku juga inginkan
Law tardho 'anni
seandainya kau ridhoi aku
Juda manni
Karuniakanlah aku kedermawananmu
Ma lidzaka mazid
Tak ada lagi yang kupinta
Washlan fika arju
Selain itu aku berharap selalu tersambung dengan
Robbal 'alamin
Tuhan semesta alam
Aflah mansayanju
Bil hubbilyakin
sangat beruntung bagi siapapun yang sukses merengkuh keyakinan dalam cinta kepada ALLAH
Ya'isyul hayata
Binahjin qowwimin
Dia akan selalu berada di jalan yang lurus selama hidup
Yasiru shirotho
Berjalan dengan mudah di jalan akhirat
Binurin 'adhimin
Dengan bantuan cahaya agung
Biqurbin na'imin
Yang pada akhirnya dengan kepada yang maha member kenikmatan
Tasma'uni robbah
Kau pasti mendengarku, Wahai Tuhan
Tadri kholajati wa munajati
Mengetahui seluk beluk perasaanku dan bisik2 permintaanku
Ta'lamu ya alloh
Kau pasti mengetahui wahai allah
La ma fi dunya hum hajati
Ketahuilah aku tidak butuh beraneka ragam kemewahan dunia mereka lagi
Taroktul'abid
Aku tinggalkan penghambaan pada dunia
Ma anta turidu uridz
Sekarang, apa yang kau inginkan wahai tuhan; aku juga inginkan
Law tardho 'anni
seandainya kau ridhoi aku
Juda manni
Karuniakanlah aku kedermawananmu
Ma lidzaka mazid
Tak ada lagi yang kupinta
Ya robba tasamma
Bilkaffil wadud
Wahai tuhan, kau nama dzatmu
Dengan maha pencukup segala kebutuhan dan maha cinta
Hasya ya habibi
Dabhi bisshudud
Mustahil kau membunuhku dengan cara tidak mengurusku
Ida sudta qolban
Kau telah kuasai hatiku wahai pengusa hati
Unajika fihi
Aku selalu berbisik penuh harapan kepadamu

Wa allafta sarban
Dan kelompok yang telah kau anugrahi  cinta kasihmu
Ta'awaitu fihi
Aku masuk dalam kelompok mereka
Faman da syabihi
Siapa lagi yang ingin serupa denganku ?
Ilzam hablalloh
Mani yastamsik ya'simhullohu
senantiasa kau bergelayutan pada tali allah
Barang siapa yang berpegang teguh
Akan selalu dijaga oleh allah
Man yathlub maulah
La ya'nasula yardho bisiwahu
Barang siapa yang selalu meminta pada tuhannya
Ia tidak akan bahagia dan ridha selain kepada Tuhan
Qoribun qorib
Dan pertolongan allah semakin dekat dan lebih dekat
Wasyaridu 'anhu ghorib
Adapun orang yang menyingkir dari allah
Akan hidup terasing dan terpojok
Nadaka habibi
Udnu 'abdi
Mendekatlah padaku
Wahai engkau hambaku

Man siwaya thobib
Tidak ada selain aku yang dapat menyembuhkan lukamu
Ad'uka ilahi, robbij'al qolbi
Bihubbika maushul
Aku (selaku hamba) selalu berdoa “wahai tuhanku jadikanlah hatiku selalu tersambung dengan contamu”
Kullu dunya tafna
Wa ma'aluha mautun wa dzubul
Dunia ini, seluruhnya akan sirna baik dalam kematian atau kelayuan
Fahabli ridho'
Maka berikanlah aku ridhomu
Wa unsalliqo'
Sehingga aku dapat bahagia dengan melihatmu

Yaumal hasyrij'alni
Mimman yalqo minka qobul

Pada hari dikumpulkan seluruh manusia (Qiyamat), dan dijadikan lah aku, orang yang diterima dengan bahagia oleh Allah saat berjumpa dengannya

Lebih lengkapnya begini


Kau pasti mendengarku, Wahai Rabb
Mengetahui seluk beluk perasaan dan bisik2 permintaanku
Kau pasti mengetahui wahai Allah
Bahwa aku tidak butuh kemewahan dunia mereka lagi
Karena telah Aku tinggalkan penghambaan pada dunia ini
Sekarang, apa yang Kau inginkan wahai Rabb; Adalah keinginanku juga
Tuhanku !! SEANDAINYA kau ridhoi aku
Maka Karuniakanlah aku kedermawananMu
Tak ada lagi yang kupinta
Selain berharap selalu di sisiMu, wahai Tuhan sekalian semesta
Maka beruntunglah org-org yang sukses merengkuh keyakinan dalam cinta kepadaMu
Dia akan selalu berada di jalan yang lurus selama hidup
Juga berjalan dengan mudahya di titian hari pembalasan
Dengan bantuan cahaya agung
Pada akhirnya dekat jugalah kita dengan yang maha memberi kenikmatan
Kau pasti mendengarku, Wahai Rabb
Mengetahui seluk beluk perasaanku dan bisik2 permintaanku
Kau pasti mengetahui itu wahai Kekasih
Bahwa aku tidak butuh kemewahan dunia mereka lagi
Karena telah Aku tinggalkan penghambaan pada dunia
Sekarang, apa yang kau inginkan wahai Rabb; aku juga inginkan
seandainya kau ridhoi aku
maka Karuniakanlah aku kedermawananMu
Tak ada lagi yang kupinta
Wahai Rabb, kau namai dzatMu dengan maha pencukup segala kebutuhan dan maha cinta
Mustahil Kau membunuhku dengan cara cuek kepadaku
Sebab Kau telah kuasai hatiku wahai kekasih hati
Aku selalu berbisik penuh harapan kepadaMu
Dan orang-orang yang telah Kau anugrahi  cinta kasihMu
Aku juga ingin berada diantara mereka
Siapa lagi yang ingin serupa denganku ?
senantiasa kau bergelayutan pada tali allah
Barang siapa yang berpegang teguh
Akan selalu dijaga oleh Allah
Barang siapa yang selalu meminta pada Tuhannya
Ia tidak akan bahagia dan ridha selain kepada Tuhan
Dan pertolongan allah semakin dekat dan lebih dekat
Adapun orang yang menyingkir dari Allah
Maka akan hidup terasing dan terpojok
“Mendekatlah Padaku; Wahai engkau hambaku” kata-Nya
Tidak ada selain aku yang dapat menyembuhkan lukamu” Katanya Lagi
Dan aku (selaku hamba) selalu berdoa
 “wahai tuhanku jadikanlah hatiku selalu tersambung dengan contamu”
Dunia ini, seluruhnya akan sirna baik dalam kematian atau kelayuan
Maka berikanlah aku ridhoMu
Sehingga aku dapat bahagia dengan melihatMu

Pada hari dikumpulkan seluruh manusia (Qiyamat), dan dijadikan lah aku, orang yang diterima dengan bahagia oleh Allah saat berjumpa dengannya


Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Habib Ahmed Assegaf

Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Habib Ahmed Assegaf

PUISI ROMANTIS untuk Aisyah istri Rosululloh – Sebuah Perumpamaan

Tonton di Channel Isak Harry Project

Aisyah sayangku
Untuk mu kutulis puisi ini
Agar kau tau, cintaku kepadamu tak seperti
 kisah cinta orang orang dalam novel itu
yang biasa bermula dari benci jadi rindu
atau yang bermula dari amarah menjadi rayu biru

aku mencintaimu lebih dari itu, manisku
seperti air yang bila jatuh ke tanah menjadi saripati yang menunmbuhkan alfalfa atau memekarkan bunga bunga aster dan lavender yang menghasilkan madu terbaik seantero semesta

ketahuilah, manisku
bila seseorang bertanya tentangmu kepadaku
sering aku jawab; cintaku kepadamu sejauh cakrawala yang tak dapat ditebas oleh jarak apapun
adapun saat aku kelelahan kemudian berbaring di diantara jilbabmu waktu itu
kemudian dengan manja kau juga mengikat rambutku, adalah secuil romansa yang dilhat orang orang dengan mata biasa

sebab cintaku kepadamu adalah cinta itu sendiri

manisku.
Terimalah dengan bahagia puisi ini.
Terimalah tanpa beban dan duka cita

Jawaban masih banyak kita yang berbuat keji, padahal setiap hari mendirikan shalat


Jawaban singkat padat jelasnya, menurut saya cuk karena kita tidak benar benar tau siapa yang kita sembah saat shalat. Jadilah shalat kita hanya sekedar rukuk sujud belaka. Coba kalau kita benar-benar tau. Saya yakin, ayat yang mengatakan inna shalati tatanha anil fahsya iwal mungkar itu benar-benar teruwujud menjadi prisai bagi diri kita yang ingin berbuat keji.

Lalu masalahnya apa?

Mengapa banyak dari kita yang tidak benar-benar tau siapa yang kita sembah.

Coba deh ingat ingat

Sewaktu otak kita ini masih suci sucinya. Sewaktu hati kita ini belum terisi apappun. Sewaktu kita masih kecil. Oleh Orang orang tua kita, Kita selalu dicekokin bagaimana cara menyembah tuhan, cara berkomunikasi dengannya. Bukan benar-benar memperkenalkan siapa dia dan bagimana dzat yang kita sembah itu.

Ya gk heran.

Abis subuh pantengin mia khalifa. Abis dhuhur pelototin lisa ann. Abis ashar, intip serial jordi el nino.

Dengan kata lain. Tuhan yang kau sembah  saat shalat itu kalah pamor dengan orang orang yang saya sebutkan tadi. Ya itu tadi. Karena kita tidak benar-benar mengenal Tuhan. Coba kalau kita benar kenal.

Mari sebentar Kita  beljar sejarah, bagaimana di awal2 islam itu di dakwahkan oleh Muhammad Bin Abdulloh. Muhammad bin Abdulloh ketika memperkenalkan dan mengajarkan islam kepada Khadijah, kepada ali, kepada imran, kepada abu bakar dan kepada orang orang  yang pertama kali masuk islam itu. Tidak pernah diperkenalkan cara terlebih dahulu. Tapi diperkenal siapa Dia yang maha satu itu.

Mereka Tidak diajarkan bagaimana cara shalat diawal awal. Tapi diperkenalkan ini lho Tuhan Tunngal yang patut disembah itu. Yang memiliki segala kuasa dan tahta. Baik yang berada di langit dan bumi. Yang maha pengasih lagi maha penyayang.

Nanti setelah belasan tahun. Setelah mereka benar-benar mengenal Tuhan yang satu. Barulah orang-orang itu diberitau cara berkomunikasi dengan Tuhan yang mereka sembah.?
Satu lagi cuk !

Jika kita sduah kenal denga yang kita sembah. Komunikasi kita jadi enak. Ya malu sendiri kita untuk berbuat yang tidak tidak. Minimal kita akan ingat. Oh sesembahan saya itu maha melihat.
Kata rumi,

Sesuatu membuka sayap kita
Sesuatu melenyapkan kebinasaan dan luka
Seseorang mengisi cangkir di hadapan kita
Kita hanya hanya mampu merasakan kesucian

Apa kaitannya dengan bahasan kita dari tadi.
Tidak ada bro.
Kita ngegas di video selanjutnya
Sampai jumpa..


Terakhir. Pak bu , teman-teman dan orangtua2 kami yang baik.  Jika punya  adik yang masih kanak. Jika punya anak yang masih kecil. Perbanyak lah memperkenalkan siapa tuhan yang harus mereka sembah. Nanti jika mereka sudah kenal. Barulah mereka diajar bagaimana cara berkomunikasi dengannya.


Monday, April 20, 2020

Kamus Bahasa Sansekerta (A - Z) | Lengkap

Saat saya memposting Kamus Bahasa Saksekerta ini. Istri saya sedang mengandung anak pertama saya. Saya ingin menamai anak saya kelak ketika lahir dengan Bahasa Sansekerta. Selain Indah. Bahasa Sansekerta memiliki arti yang dalam.

Barangkali teman-teman juga memiliki motivasi yang sama dengan saya. Silahkan di telisik arti Bahasa Sansekerta satu persatu.

Sujiwo Tedjo (Gambar Hanya Pemanis)
A
Abhinaya;semangat
Abhipraya ; mempunyai harapan
Abhirama ; menyenangkan
Abhista ; dinginkan
Abhitah ; pemberani
Abyakta ; berkembang
Abyudaya ; makmur
Acalapati ; paling tinggi
Acarya ; pendidik, pengajar, guru
Acintya ; melampaui segalanya
Aciraba ; paling cepat
Adhidrawa ; cairan yang unggul
Adhigana ; golongan unggul
Adhikari ; istimewa
Adhimukti ; bersemangat
Adhipramana ; penguasa pertama
Adhirajasa ; tangguh
Adhyasta ; pengawas
Adi ; unggul/besar
Adibrata ; tingkah lakunya yang unggul
Adicandra ; rembulan yang indah
Adika ; yang terbaik
Adil ; tidak memihak
Adinata ; paling unggul
Aditya ; orang yang pandai dan bijaksana
Adiwangsa ; mulia
Adun ; elok
Adwaya ; tunggal
Adwitiya ; tidak ada duanya
Adyatma ; anugrah hidup
Adyuta ; menerangi
Agata ; datang/tiba
Agni ; api/panas
Agnimaya ; hangat
 Agra ; paling tinggi
Agrapana ; sumber hidup yang utama
Ahwaya ; hubungan, gabungan
Aksata ; tidak terputus
Akusara ; sukses, yakin, pasti
Anabela ; penuh kekaguman
Anaga ; seperti naga
Anagata ; masa depan
Anala ; badan, tubuh
Ananta ; tanpa batas
Anantara ; tanpa jarak
Anargya ; tidak terhingga nilainya
Angga ; tubuh, anggota badan
Anggara ; hari selasa/wewangian
Anggaraksa ; tongkat
Anggasta ; bersemanyam
Ani ; bingkai/selimut
Anjali ; penghormatan
Anjana ; perintah
Antar ; berani dalam peperangan
Antargata ; tersembunyi, terlindung
Antari ; angin
Antarlina ; melekat/menghilang
Antya ; paling akhir
Anubhawa ; kewibawaan
Anucara ; sahabat
Apsara ; meluncur, berjalan di atas air
Apta ; cerdas/lengkap/terhormat
Aptana ; mempunyai kepandaian
Aptanta ; selalu dihormati
Apti ; memperoleh/mencapai
Aradhana ; perdamaian, penghormatan
Arakata ; pelindung
Arana ; tumbuh-tumbuhan
Ararya ; golongan bangsawan
Ardhani ; suci
Ariti ; perunggu
Arjuna ; putih
Arkana ; berhati terang
Arkananta ; selalu diterangi
Arnawama ; samudra
Arsa ; kegembiraan
Arsanta ; dalam kegembiraan
Arsanti ; berhati gembira
Arsawati ; berpikir gembira
Arsono ; selalu gembira
Aruna ; merah
Arya ; bangsawan/tegas/tegap
Aryaguna ; bersifat mulia
Aryan ; daun pembungkus
Aryanta ; berhati tegas
Aryanti ; bersifat tegas
Aryasatya ; kemuliaan
Aryasuta ; putra terhormat
Asaba ; menggosok
Asadha ; pertengahan tahun
Ascarya ; tampil kedepan
Asep ; dupa wangi
Aseta ; tidak putih
Asma ; nama
Asmara ; dalam cinta
Asti ; permata
Astra ; senjata
Astramaya ; bersenjata
Astula ; luas
Astunkara ; mengiyakan
Aswa ; kuda
Aswadi ; kuda indah
Aswatama ; kuda yang hebat
Aswattha ; pohon beringin
Asweta ; keputih-putihan
Aswin ; pandai mengobati; tampan
Atharwa ; mantra penolak bahaya
Awahita ; penuh perhatian
Awyati ; langit
Ayatana ; melaksanakan

B
Babad ; tempat yang bersih
Babar ; mengembang; berhamburan
Babil ; suka membantah
Bacinah ; halaman istana
Badam ; pohon ketapang
Badama ; perang/senjata
Badasa ; tumbuh-tumbuhan berduri
Badi ; abadi/kekal/sehat
Badianto ; terselubung kesehatan
Badijan ; benar-benar sehat
Badiman ; laki-laki sehat
Badimin ; mohon kesehatan
Badiono ; dalam keadaan sehat
Badiran ; namanya abadi
Baghala ; kambing jantan
Baghali ; kambing betina
Bahiri ; ikat pinggang
Bahiscara ; tampak di luar
Bahulocana ; sangat hati-hati
Balakosa ; kekuatan dan kejayaan
Bali ; persembahan
Balin ; prajurit kehormatan
Balinda ; bijaksana
Balindra ; berbakti kepada atasan
Baluh ; bantuan
Baluku ; beruang yang sangat kuat
Balun ; menggulung
Bama ; sebelah kiri
Bana ; anak panah
Barat ; ulat, logam
Barata ; ulat, logam
Baruna ; samudra
Basanta ; musim bunga, kekuasaan yang dalam
Basita ; terkenal
Baswara ; berkilau, bercahaya
Bata ; prajurit
Batra ; anggota badan
Baudenda ; hakim
Bawika ; bermaksud baik
Baya ; kemungkinan
Bayanaka ; luar biasa
Bayu ; angin/udara/tarikan nafas
Bendara ;pengelola harta benda
Beno ; mengkilap, berseri
Bhadra ; selamat
Bhadrasana ; bermeditasi
Bhadrika ; gagah berani
Bhama ; nafsu
Bhamakerti ; berwajah tampan
Bhamana ; kaum bangsawan
Bhanu ; sinar/cahaya/terang
Bhrukuti ; bulu mata, alis
Birah ; ubi talas
Bisar ; jinak
Bono ; ramah tamah dan sopan santun
Brahma ; mantera suci
Brahmacari ; tetap suci dan murni
Brahmana ; bertindak suci
Braja ; halilintar, petir
Brama ; suka marah
Bramanta ; pengembara
Bramanty ; ksatria perang
Bramara ; lebah
Bramaraka ; rambut ikal
Bramawisata ; gemar berpergian
Brisadi ; tenda
Buat ; hebat
Bubul ; terbuka
Buntala ; tombak tajam
Buntara ; bersemangat, bergelora
Buraksa ; pohon beringin, kuda bersayap
Buwaca ; pertunjukan
Byakta ; nampak nyata
Byuha ; garis perang

C
Cadudasa ; cemerlang
Cakiyar ; ayam hutan
Calya ; tanpa cacat
Camana ; permandian suci
Camani ; air suci
Camara ; sapi jantan
Camari ; anjing
Canda ; bernafsu
Candani ; batu pualam
Canna ; tongkat cacat
Cantaka ; burung air
Carani ; bangunan indah yang kecil
Carmi ; kaca
Carola ; siap bertempur
Catra ; payung kebesaran raja
Catrasamba ; tangkai payung
Caturasmi ; empat nama
Catwari ; empat bagian
Caweni ; kain putih
Cawi ; burung srigunting
Cawuta ; jenis pakaian
Caya ; bayang-bayang/kilauan cahaya
Cayadewi ; bayangan bidadari
Cedar ; anjing buas
Cedit ; mematuhi perintah
Cekah ; terbelah
Cekeh ; melindungi
Celih ; menghindari bahaya
Cembul ; hitam
Cetta ; berpengetahuan luas
Chaitra ; pertigaan tahun
Chanda ; nyanyian suci
Chandra ; unggul, terkenal eminent, illustrious
Cheda ; belahan
Chedana ; memotong, membelah
Chesta ; tingkah laku
Chindaga ; pandan wangi
Cidra ; celah
Cihna ; sifat khas
Cindaga ; pandan wangi
Cita ; onggokan kayu
Citra ; beraneka warna
Citrakara ; pelukis
Citraloka ; catatan sejarah dunia
Citrani ; terselubung lukisan
Citrapata ; lembaran hidup
Citta ; maksud hati, pikiran
Codayati ; mengkritik
Codya ; meminta dengan paksa
Codyani ; menyetujui permintaan
Codyawacani ; berkata dengan perlahan-lahan
Cokli ; kulit tiram
Coli ; senjata tertentu
Conary ; bijaksana
Condita ; terpaksa
Cora ; dalam kegelapan
Cremin ; kaca hias
Cucur ; burung elang
Cula ; jambul naga
Cumbana ; mencium
Cumbanarasa ; kenikmatan bersenggama
Cumbita ; senTuhan lembut
Cundamani ; permata terbaik
Cunduk ; bertemu
Cuni ; permata
Curirana ; enggan bertempur
Curnita ; menyatukan
Curtina ; menyatukan
Cuta ; pohon mangga
Cutajanma ; lahir terbelah
Cwalika ; bangsa colamandala
Cyuta ; keluar
D
Dadar ; pakaian khusus, tampak
Daegal ; lahir pada waktu fajar
Dagdha ; tahan api
Dahayu ; cantik
Dahup ; cuci muka
Dakara ; sepanjang masa
Daki ; seperti laki-laki
Daksa ; cakap, ahli
Dala ; daun bunga
Dalana ; pada jalannya
Dalima ; buah delima
Dalu ; sangat besar
Daludin ; sebangsa ikan
Dama ; ikatan budi, cinta kasih
Damas ; kain sutera
Damayanti ; terpuji hatinya
Dami ; serasi
Damianto ; dalam keserasian
Damijan ; benar-benar serasi
Damilah ; tampak serasi
Damilan ; bertambah keserasiannya
Daminah ; mempunyai hati yang serasi
Damiono ; mempunyai keserasian
Damirin ; senang keserasian
Damodara ; yang bertali melilit pinggang
Damu ; air pencuci
Dan ; bersiaga
Danabrata ; tingkah laku, dewa kekayaan
Danadipa ; raja kekayaan
Danadyaksa ; penjaga kejayaan
Danakirti ; kekayaan dan kemasyhuran
Danakitri ; kemasyuran
Danapati ; rajanya kekayaan
Danasura ; orang yang sangat dermawan
Dandani ; mempersiapkan
Danendra ; raja yang kaya raya
Daniswara ; raja yang masyhur dan kaya raya
Danta ; gading gajah
Danur ; memanah/membidik
Danurwenda ; ahli membidik
Dara ; istri
Darana ; memusatkan pikiran
Darani ; bumi, tanah, sejenis mantra
Darba ; ikatan
Dardura ; katak
Dari ; mulut goa
Darpa ; kebanggaan
Darpani ; merasa bangga
Darsana ; terang penglihatannya
Darsi ; berisikan kedamaian
Darsiati ; damai hatinya
Dartoyo ; berhati jernih
Darun ; berjalan terus
Darya ; berbudi, pendapat
Dawala ; putih menyilaukan
Dawut ; berangkat
Daya ; pusat perasaan
Dayita ; kekasih
Dewani ; terselubung kemuliaan
Dewari ; muda dan mulia
Dewati ; berhati mulia
Dharma ; welas asih
Dihyan ; matahari
Dimas ; yang terkasih
Dimaz ; yang terkasih
Diyanti ; berhati matahari
Donahue ; prajurit yang tangguh

E
Ebuh ; kabut
Edok ; menempatkan diri
Emi ; unggul
Enda ; terakhir
Enes ; sendiri
Esrtungkoro ; kesanggupan menghadapi masalah
Estungkara ; kesanggupan menghadapi masalah

G
Gahyaka ; nama pujian
Gajahsora ; perkasa tenaganya
Gajendra ; perkasa
Gala ; meraung
Galar ; ramalan
Gama ; perjalanan
Gamadi ; pengelana
Gambira ; sungguh-sungguh
Gamel ; menguasai
Gana ; pasukan
Gandara ; kelompok nada suara
Gantari ; menyinari
Gardaba ; keledai
Gardana ; berjiwa pengawal
Gardapati ; pengawal berani mati
Garga ; pendeta
Garjita ; membanggakan
Garwa ; bangga
Garwita ; bangga sekali
Gasita ; dihabiskan
Gasti ; cepat
Gastiadi ; baik kecepatannya
Gastiasih ; dicintai karena kecepatannya
Gata ; telah pergi
Gatawati ; telaga
Gati ; tindakan
Gatra ; anggota tubuh
Gatra ; calon mahluk, anggota
Ghataka ; penyanyi keliling
Ginanita ; menghitung
Gita ; nyanyian/lagu
Gitarja ; nyanyian riang
Gora ; dahsyat
Graha ; buaya
Grahita ; perasaan
H
Hamdri ; menghitung emas
Hanasta ; menguasai
Hansa ; angsa
Hara ; untaian mutiara
Haraka ; pembagian
Harana ; pembawaan
Hari ; singa/dewa wisnu
Harsa ; kegembiraan
Harsani ; tajamnya kegembiraan
Harsanto ; kegembiraan yang dalam
Harsaya ; timbul dari kegembiraan
Harsika ; untuk kegembiraan
Hasita ; tertawa
Hassya ; kegembiraan
Hasta ; tangan
Hasti ; gajah
Hastin ; redup, mata gajah
Hastinah ; berbesar hati
Helga ; saleh
Hemanta ; musim dingin
Hematala ; dari daerah pegunungan utara
Hira ; intan
Hiranya ; seperti emas
Hita ; keuntungan
I
Ibha ; gajah
Ibhakara ; belalai gajah
Ica ; kehendak hati
Ihatra ; di dunia ini
Iksu ; tebu
Ina ; matahari pagi atau senja
India ; sungai
Indurasmi ; sinar rembulan
Ira ; gerakan
Ista ; dikehendaki
Istahal ; bagian yang dikehendaki
Istahar ; kehendak hidup
J
Jagaddhita ; kesejahteraan dunia
Jaghana ; bagian yang paling dalam
Jagratara ; selalu waspada
Jaladhi ; samudera
Jamanika ; tirai, tabir
Jampana ; tandu
Janaloka ; dari dunia manusia
Janardana ; menggairahkan
Janari ; muda
Janggala ; gersang
Janitra ; berderajat tinggi
Janma ; yang dilahirkan di dunia
Jantaka ; menjelma
Japa ; doa
Japari ; selalu berdoa
Jara ; lanjut usia
Javas ; cekatan
Jaya ; kemenangan, berhasil
Jayasri ; kemenangan yang cemerlang
Jayatsu ; semoga dia menag
Jina ; pemenang
Jingga ; merah terang
Jitaksara ; ahli sastra
Jiwanta ; dalam ketenangan hidup
Jiwatrisna ; ingin hidup
Jiyah ; pujian suci
K
Kama ; cinta, kasih sayang
Kamala ; teratai
Kamini ; wanita penuh kasih sayang
Kampa ; getaran
Kampana ; mempunyai getaran
Kanaka ; emas
Kanistha ; termuda
Kanta ; batas
Kara ; sinar cahaya
Kardi ; pekerjaan, kegiatan
Karma ; nasib
Kartala ; seberkas sinar, penerangan
Karunya ; perasaan belas kasihan
Karya ; pembina
Kasir ; panji, bendera
Kasmala ; patah semangat
Kastara ; termashur
Kasyapi ; bumi
Kasyara ; termasyhur
Katara ; dahsyat
Kathana ; dongengan
Kawaca ; baju perang
Kawanda ; awan
Kawi ; pujangga
Kawindra ; rajanya pujangga
Kawiswara ; yang mulia
Kawiwara ; pujangga terkenal
Kawuk ; suara gagak
Kaya ; tubuh, badan
Kayana ; dermawan
Kenzie ; peminpim yang bijaksana
Kesawa ; berambut panjang dan indah
Kewala ; sendiri
Kirana ; sinarnya cantik dan molek
Kumba ; belangga
Kunudhani ; nama yang dipuji
Kurantaka ; kain tenun berwarna kuning
Kusala ; malas
Kyati ; nama yang harum
L
Labda ; telah mencapai tujuannya
Labdagati ; berhasil, sukses
Labdajaya ; mencapai kemenangan
Labdawara ; telah menerima pemberian anugerah
Ladin ; nama bunga
Laksita ; terkenal
Laksmi ; asri, cantik, mustika
Laksmiwati ; cantik rupawan
Lalita ; yang berharga
Lamont ; ahli hokum
Lastana ; nampak kecepatannya
Lastini ; kemauannya ingin cepat
Locana ; mata
Lohita ; berwarna merah
Loka ; dunia
Lokatara ; luar biasa
Lokeswara ; raja dunia
M
Maadyama ; bermutu sedang
Madhuswara ; bersuara merdu
Madya ; tengah
Madyama ; bermutu sedang
Magada ; penyanyi
Mahacara ; bermurah hati
Mahatma ; berjiwa besar
Maheswari ; bidadari
Mahidana ;pemberian tanah
Mahidara ; gunung
Mahija ; putra bumi
Mahitala ; permukaan bumi
Mahogra ; sangat kuat
Mana ; kebanggaan
Manda ; lemah lembut
Mandaka ; menghiasi
Mandakini ; anak sungai
Mandara ; gunung laut
Mandasari ; gerakannya lemah lembut
Mandira ; bangunan suci
Mandra ; lemah lembut, halus
Mandrakanta ; maju perlahan
Marga ; jalan, sarana, jalan untuk mencapai
Margana ; anak panah
Moktika ; mutiara
Monasrita ; pendiam
N
Nadi ; sungai
Nala ; jantung hati
Nalini ; bagus, kesayangan
Nandana ; anak laki-laki
Nandini ; lembu putih
Nanditama ; tukang emas
Naranta ; berbunyi gemerincing
Nararya ; yang dimuliakan
Narasnama ; namanya suci
Nareswari ; permaisuri
Nari ; wanita
Narma ; hiburan
Nasika ; hidung
Nastapa ; mengenaskan
Nastari ; terus menerus
Nasti ; tidak, tidak ada
Nata ; raja, pemimpin
Nataka ; diangkat, diresmikan
Natha ; pelindung
Nawa ; ke sembilan, sembilan
Nawami ; yang ke sembilan
Naya ; tingkah laku
Nayaka ; prajurit, pengawal
Nayottama ; kebijaksanaan yang unggul (utama)
Nidhana ; pandai menyimpan
Nipun ;pandai, cerdik
Nirada ; pemberi air; awan
Niratmaya ; tidak memiliki pribadi
Nirbana ; kebahagiaan yang sempurna
Nirbaya ; tidak gentar, berani menghadapi bahaya
Nirbita ; tidak mengenal takut
Nirmana ; terlepas dari rasa harga diri
Nirmaya ;tanpa kebijaksanaan
Niroga ; bebas dari penyakit
Nirpataka ; terlepas dari kemalangan
Nirwasita ; bijaksana
Nirwata ; berputar
Niscala ; kokoh
Niscaya ; berketetapan hati
Niscita ; sungguh-sungguh
Nisita ; runcing
Niti ; tingkah laku yang baik dan benar
Nitijana ; berhati-hati
Nitimanta ; yang berkelakuan baik
Nitya ; tidak ada putusnya
Nityasa ;terus menerus
Niwasana ; kain, pakaian
Niwasika ; mempunyai tempat tinggal
Niyata ; dikendalikan
Nyata ; berkemampuan
O
Ogha ; wanita menderita cinta
Opal ; from the opal gemstone
Osadha ; ramuan obat
Osadhi ; obat
Osborn ; beruang yang sangat kuat
Ostha ; bibir
P
Pada ; kaki/rumah
Padapa ; tumbuh-tumbuhan
Padatala ; telapak kaki
Padika ; syair
Padma ; teratai merah
Padmarini ; indah dan tajam
Padmini ; wanita ulung
Pahang ; tangkai bunga
Paksa ; sayap/separuh bulan
Palapa ; memikat serta menarik hati
Palawa ; bersemi
Palguna ; musim ke delapan
Pana ; tangan
Panasa ; pohon nangka
Pandita ; orang yang arif bijaksana
Pandya ; orang suci dan bijaksana
Pangalasan ; jabatan, martabat
Pani ; tangan
Parabawa ; mencintai orang
Parahita ; memperhatikan kesejahteraan orang lain
Parama ; paling unggul
Paramesti ; berdiri paling depan
Paramita ; kebaikan & kebijakannya tidak terduga
Pararta ; berita
Paristuti ; sempurna kepuasannya
Pariwara ; berita iklan
Parna ; daun
Parusa ; tajam dan menusuk
Parwata ; gunung
Paryanto ; lingkaran
Paryem ; landasan
Pasa ; rantai
Pasada ; cincin
Pasi ; batu
Pastha ; bagian yang dalam
Pastika ; kristal
Pasugati ; mengunjungi
Pataka ; bendera
Patala ; bumi
Patangga ; terbang di angkasa
Patibrata ; sehidup semati
Patni ; istri
Patra ; pantas
Pawaka ; api
Pawana ; angin
Payoda ; awan, yang menghasilkan air
Pinggala ; keemasan
Pipilaka ; semut
Pita ; kuning
Praba ; cahaya, terang
Prabakti ; kasih saying
Prabala ; penting, keras dan kokoh
Prabangga ; sombong; congkak
Prabangkara ; matahari, pelukis
Prabasa ; terang benderang
Prabata ; dinihari, fajar
Prabawa ; kekuatan, tenaganya luar biasa
Pracanda ; hebat sekali
Pracara ; tampil ke depan
Pracima ; ke arah barat
Prada ; pemberian, bantuan
Pradana ; yang penting
Pradata ; jelas pandangannya
Pradipa ; lampu, cahaya, sinar
Pragiwaka ; mempunyai kewaspadaan
Praharsa ; sangat gembira
Prakasa ; terkenal
Pralapa ; perbincangan
Pralina ; larut
Pramada ; kelalaian
Pramana ; cara dapat pengetahuan secara benar
Pramatta ; bergairah
Pramoda ; kegembiraan yang berlebihan
Pramukha ; terkemuka
Prana ; nafas
Pranaja ; anak laik-laki
Pranama ; menghormati
Prapta ; tercapai
Prapti ; kekuatan yang menghasilkan sesuatu
Prasanti ; kedamaian, ketenangan
Prasara ; tersebar
Prasasta ; dipuji-puji
Prastuti ; terpuji-puji
Pratisena ; prajurit
Prawara ; paling terkemuka
Prayata ; bersifat saleh
Prayatna ; gigih usahanya
Prayoga ; penerapan pekerjaan
Priya ; cinta
Priyambada ; manis ucapannya
Priyatama ; kekasih yang utama
Punarbawa ; lahir kembali
Purajit ;penakluk benteng
Puraka ;hadir di mana-mana
Purana ; cerita lama (kuno)
Purantara ;ibukota
Purasaba ;istana
Purbani ;rendah sekali
Puri ; istana
Purwa ; permulaan
Puspamaya ; terbuat dari bunga
Puspita ; bunga
Pustaka ; buku, kitab
Pusti ; keadaan yang terpelihara dengan baik
S
Sabagya ; bahagia
Sabakti ;dengan hormat
Sabda ; bunyi
Sabha ; masyarakat terpandang
Sadagati ; angin
Sadajiwa ; hidup selamanya
Sadana ; penyelesaian
Sadara ; terhormat
Sadi ; baik, bagus, indah
Sadina ; pemilik kebaikan
Sadu ; berbudi luhur
Saduwarti ; luhur tingkah lakunya
Sadya ; dilaksanakan
Sagraha ; siap menolong
Sahardaya ; penuh perasaan
Saharsa ; bergembira
Sahasra ; seribu
Sahaya ; pembawaan
Sahir ; minuman
Sahitya ; kerukunan, solidaritas
Sahodha ; dibawa serta
Sahwahita ; bermanfaat bagi kita semua
Sahya ; mampu mempertahankan
Sajjana ; orang yang bijaksana
Saka ; dahan
Sakama ; mengerjakan dengan mudah
Sakanti ; cantik kemilau
Saki ; teman, pengiring
Sakta ; melekat, menurut kehendak hati
Sakti ; kekuatan yang hebat, energi
Sakuna ; burung
Sakunta ; burung gagak
Sakwari ; bulan
Sala ; rumah yang besar
Salindri ; pembantu wanita
Samagata ; datang bersama
Samahita ; tetap tegar, ketelitian yang besar
Samaja ; gajah
Samala ; pemenang
Samana ; nafas hidup
Samasta ; disatukan
Samba ; penuh kebajikan
Sambara ; mempersiapkan
Sambega ; dilunakan dengan kasih saying
Samboga ; kenikmatan yang lengkap
Samida ; kayu bakar
Samira ; angin
Samiti ; ayat suci
Samitra ; berteman
Samiya ; keseimbangan
Samoda ; penuh kesukaan
Sandang ; watak
Sandya ; persatuan
Sangkara ; menyebabkan kemakmuran
Sangsaya ; penuh keraguan
Santa ; tenang, sentosa
Santika ; yang mendamaikan
Santosa ; kepuasan
Santusta ; kepuasan yang sangat besar
Sapadi ; dibandingkan
Saraga ; dikuasai nafsu
Sarana ; tempat perlindungan
Sarkara ; madu
Sarpa ; ular
Sarwa ; seluruh
Sarwada ; pemberi segala sesuatu
Sarwaga ; hadir di mana-mana
Sarwari ; malam
Sarwati ; semuanya dipertimbangkan dalam hati
Sarwendah ; semuanya serba indah
Saskara ; kebenaran dan kemurnian
Sasmita ; senyum yang penuh arti
Sastra ; ilmu pengetahuan
Satwika ; menyatukan budi dan jiwa
Satya ; tulus hati
Satyawadi ; berbicara secara jujur
Sayaka ;anak panah
Sewagati ; pengabdian
Sikara ; keras melaksanakan kehendak
Sikartini ; puncak gunung
Sila ; tingkah laku
Silawarti ; berkelakuan baik
Sitala ; sejuk
Sitanggu ; bersinar dingin
Sitara ; bintang pagi
Sitaresmi ; sinar rembulan
Siwanda ; dunia
Siwarka ; matahari
Siwastuti ; melakukan pemujaan
Smara ;mengingat
Sodha ; suci, murni
Soka ; duka cita
Sokya ; kebahagiaan
Soma ; rembulan
Sonita ; darah
Sopana ; sarana untuk mencapai
Soraba ; harum, wangi
Sri ; kemakmuran
Srimaya ; kemegahan
Star ; sebuah bintang
Suba ; cemerlang
Subaga ; untung, bahagia, indah
Subrata ; teguh
Sujana ; yang saleh dan patut dihormati
Sujiwati ; jiwa yang tercinta
Sukanya ; gadis cantik
Sukti ; mutiara
Sulaksmi ; cantik
Sundara ; indah
Supala ; menghasilkan buah yang baik
Suparna ; bersayap indah
Surajana ; pahlawan
Suteja ; sangat cemerlang
Sutrapti ; sangat puas
Suwarna ; emas
Syandana ; mengalir terus
T
Tadana ; menyolok
Tadya ; tertip
Tamisra ; kejengkelan
Tandri ; kelesuan
Tantra ; bagian yang mendasar
Tantri ; kawat atau senar untuk kecapi
Tanu ; langsing
Tara ; cara yang istimewa
Taraksa ; serigala
Tarangga ; bintang
Taranggana ; kelompok bintang
Tarka ; mengira, menaksir, menduga
Tarpana ; memuaskan hati
Taruni ; gadis/perempuan muda
Tarupala ; buah
Taruwara ; pohon terbaik
Teripta ; kepuasan
Thani ; kekal, abadi
Tibra ; kuat dan keras
Tiksna ; tajam, bersemangat
Tila ; bibir
Tilaka ; tanda pengenal
Tira ; pantai
Tisti ; terkemuka
Tita ; air mata
Tiyasa ; luar biasa
Toyadi ; samudra
Tranggana ; nama bintang
Tripta ; kepuasan
Triyasa ; tiga macam jasa (perbuatan)
Tuhina ; halimun, embun yang sangat dingin
Tunas ; menerima
Tungga ; tinggi, mulia, utama
Tusara ; salju
U
Ucca ; tinggi, agung
Uccarana ; pengucapan
Uda ; air; makmur
Udadi ; lautan, samudera
Udahani ; lautan, samudra
Udaka ; air
Udana ; bernafas secara lembut
Udara ; termasyhur, agung
Udarana ; contoh yang menjelaskan
Udasina ; bebas daari cinta dan naafsu
Udaya ; muncul, terbit
Udayadri ; gunung sebelah timur
Uddhiharta ; terpilih
Udhata ; ditinggikan
Udita ; hamil
Ugra ; sangat kuasa
Uma ; lambang keberanian
Unggarana ; pengucapan
Upadasta ; contoh
Upadaya ; pengajar
Upadhana ; bantal, kasur kecil
Upakara ; pertolongan
Upala ; batu mulia
Upangga ; berkarya
Upasaka ; pemujaan
Upasama ; kemakmuran, kesentosaan
Upasanta ; pengendalian diri
Upasraya ; perlindungan
Upih ; burung bangau
Urdha ; mulia
Urdhwa ; tinggi menjulang
Urmi ; ombak samudra
Urna ; benang wol
Urni ; berpakaian wol
Usa ; malam
Usna ; panas
Usnika ; bersinar panas
Usnisa ; ikatan kepala
Ustana ; pemusatan pikiran
Ustra ; hewan onta
Utpada ; berpenghasilan
Utpadaka ; yang menghasilkan
Utpata ; terbang
Utpula ; terbuka lebar
Utsawa ; pesta besar
V
Veda ; bijaksana

W
Wahita ; dilaksana
Wahuta ; pelaksana
Wahya ; lahiriah
Wahyatma ; lahir batin
Waji ; kuda jantan
Wajini ; kuda betina
Wajna ; mengambil bagian
Wakta ; pembicara
Wala ; muda, berlimpah
Walawa ; pengembala
Waluka ; batu kerikil
Wanadri ; gunung berhutan
Wanda ; memuji
Wandira ; pohon beringin
Wangsa ; garis keturunan
Waradana ; hadiah yang bernilai
Waragang ; prajurit muda usia
Warana ; menangkis
Waraprada ; pemberi dana
Warastika ; batu kristal
Waratmaja ; anak yang unggul
Wari ; air
Warjana ; mengeluarkan
Warna ; bentuk penampilan
Warsa ; tahun
Wasa ; berkekuatan, bersinar
Wasaka ; bertempat tinggal
Wasara ; siang hari
Wasi ; ada kemauan
Wasita ; berbau harum
Wasitwa ; kakuasaan
Wastu ; berharta benda
Wasudha ; negara
Wasundara ; bumi
Wasya ; ditundukkan
Wata ; angin
Wati ; pandai, berkemampuan
Wawi ; melaksanakan segera
Wayah ; usia penuh semangat
Wayasa ; burung gagak
Wayu ; angin
Wegig ; ceroboh
Wesa ; pakaian
Wibana ; nirwana
Wibasa ; mempergunakan kekerasan
Wibawa ; berkekuatan, bersinar
Wicaksana ; bijaksana
Wicara ; mendalam pertimbangannya
Wicarana ; kebimbangan
Widita ; diketahui
Wigani ; selalu dalam pengingatan
Wigata ; berangkat
Wija ; pelipis, dahi
Wikrama ; keteguhan hati
Wilapa ; ratapan
Wilasa ; kesenangan
Wiloka ; menjadi sadar
Wirasa ; hambar
Wirasana ; bersikap pahlawan
Wirati ; membebaskan diri dari hawa nafsu
Wisala ; sangat termasyhur
Wisaya ; mempunyai daerah kekuasaan
Wiskira ; yang menyebarkan
Wisma ; bersifat universal
Wistara ; jelas dan pandai
Wisti ; karya yang diwajibkan
Wita ; kekayaan
Witana ; berjumlah banyak
Wiwara ; celah
Wiyoga ; berpisah dengan derita
Y
Yajamana ;  uang membiayai pengorbanan
Yajna ; taat sekali
Yajuh ; doa, mantera
Yakti ; penampilannya tampak jelas
Yama ; pengendalian diri
Yamanda ; dunia yama
Yamani ; neraka
Yantra ; alat, sarana
Yasa ; kemuliaan, kehormatan
Yasah ; nama harum
Yasti ; tongkat
Yatalia ; permainan pengisi waktu
Yatana ; kesengsaraan
Yatarta ; sesuai dengan keadaannya
Yatha ; menurut
Yati ; telah mengendalikan nafsunya
Yatita ; berusaha keras
Yatna ; mengerahkan tenaga
Yoga ; mencapai kesatuan
Yogi ; of the yoga practice
Yogini ; petapa wanita
Yogiswara ; pendeta, orang suci
Yogya ; patut, pantas
Yuganta ; akhir jaman

Tafsir Puisi Sufi Maulana Jalaluddin Rumi #002

Isak Harry Project (YouTube)

Sepasang kekasih tidak bertemu di suatu tempat pada akhirnya. Mereka telah berada dalam diri satu sama lain. Kata rumi

Dalam puisi ini cuk ! rumi ingin bilang. Bahwa engkau dengan kekasihmu. Dengn tuhanmu. Tidak membutuhkan tempat apapun untuk bertemu. Tidak membutihkan gereja. Tidak membutuhkan vihara. Tidak membutuhkan masjid. Tidak membutuh ka’bah. Bahkan tidak membutuhkan syurga sekalipun.

Sebab, dahulu  ketika bercakap cakap denganNya di zaman azali. Ia secara sengaja telah menitipkan dirinya dalam diri kita. Ia telah membenamkan dirinya ke dalam diri kita dalam bentuk lain. Apa itu; cint.

Cinta, cuk ! Tidak membutuhkan tempat untuk bertemu dengan kita. Ia hanya butuh kesadaran. Tapi sayangnya, kesadaran kesadaran  itu. Telah menipis oleh banyaknya penghalang dalam diri kita. Padahal antara engkau dan tuhanmu. Telah berada dalam diri satu sama lain.

Saya berikan contoh cuk !
Kamu menulis sebuah puisi. Dengan segala daya cipta, karya dan karsamu. Ketika menulis sebuah puisi itu, Cuk. kamu titipkan sebagian diri kamu secara tidak sadar. Baik dalam bentuk pemikiran maupun rasa.

Cuk ! Pemikiran dan rasa yang kamu tiitpkan dalam puisi itu. Adalah sebagian dari diri kamu sendiri.
Begitu juga tuhan.

Ketika berkata kun fayakun, jadilah. Maka jadilah kamu. Kamu itu cuk. Adlaah puisi tuhan yang paling indah. Artinya ketika ia menciptakanmu. Ia titipkan sebgaian dirinya yang maha indah dalam diri kamu. Seperti ketika kamu membuat puisi itu lho cuk.

Kemudian, Semua orang juga tau. Memaknai sebuah puisi itu tidak mudah. Ia Butuh pengalaman, ia butuh ilmu pengetahuan,ia  juga butuh ilmu rasa yang luas.  

Tapi kamu jangan kawatir cuk. Nanti setelah kamu mampu memaknai puisi tuhan yang maha indah itu. Konsekuesinya adalah kamu akan mengenal siapa pencipta puisi maha indah itu. Dengan kata lain, jika kamu benar-benar mengenal dirimu. Kamu akan benar-benar mengenal tuhanmu.
.
Makanya rumi berkata,
Sepasang kekasih tidak bertemu pada akhirnya, mereka telah selalu berada dalam diri satu sama lain.

Kita ngegas di video selanjutnya
Sampai jumpa.

Featured

[Notepad][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done